3056 ASN Terdampak Langsung Covid-19 Dapat Bantuan Kemenkumhan

  • Whatsapp
banner 468x60
JAKARTA~SrD~Dalam  dua  tahun  terakhir,  pandemi  Covid-19  telah  merenggut  banyak  hal  dari kehidupan  kita.  Tak  pelak,  kondisi  ini  pun  memunculkan  berbagai  macam  keprihatinan  bagi masyarakat  Indonesia,  seperti  naiknya angka  kemiskinan yang  dibarengi  dengan  melonjaknya pengangguran.
Data  per  28  Juli  2021  pada  laman  https://covid19.go.id/,  jumlah  pasien  yang  terinfeksi  positif Covid-19  secara  nasional  berjumlah    3.287.727  orang.  Angka  tersebut  meningkat  47.791 kasus  dibandingkan  hari  sebelumnya. Namun,  sejak  pemerintah  menggulirkan  kebijakan  Pemberlakuan  Pembatasan  Kegiatan Masyarakat  (PPKM)  Level  4,  terdapat  tren  penurunan  mobilitas  hampir  di  semua  wilayah. Dimana  pembatasan  pergerakan  masyarakat  menjadi  faktor  penting  salah  satu  upaya pemutusan  transmisi  Covid-19.
Bersyukur,  kondisi  kini  pun  berangsur  membaik  setelah  diterapkannya  PPKM.  Kasus  aktif, positivity  rate,  dan  kasus  harian  menurun,  serta  terjadi  peningkatan  kesembuhan  yang  mulai terlihat  pada  pekan  ketiga  pelaksanaan  PPKM.  Peningkatan  ini  harus  dibarengi  dengan optimisme  dalam  berbagai  bidang  kehidupan  masyarakat.  Masyarakat  juga  harus memberikan  dukungan  dari  kebijakan  yang  dilakukan  pemerintah,  seperti  mematuhi  protokol kesehatan,  PPKM,  dan  mengikuti  vaksinasi.
Pemerintah,  dalam  hal  ini  Kementerian  Hukum  dan  Hak  Asasi  Manusia  (Kemenkumham) berupaya  membantu  masyarakat  dengan  menyalurkan  lebih  dari  46  ribu  paket  secara nasional,  serentak  kepada  masyarakat  di  seluruh  Indonesia,  agar  dapat  bertahan  hidup  di tengah  pandemi  yang belum  menunjukkan  tanda-tanda  usai.
Menteri  Hukum  dan  Hak  Asasi  Manusia  (Menkumham)  Yasonna  H.  Laoly  mengatakan kebijakan  pemerintah  dengan  membuat  PPKM  Level  4  bertujuan  untuk  memutus  mata  rantai penularan  Covid-19.  Kebijakan  yang  sedianya  berakhir  pada  25  Juli  2021  lalu  ini,  kini  resmi diperpanjang  hingga  2 Agustus 2021  mendatang.
Pemerintah  sadar,  kebijakan  ini  akan  berpengaruh  terhadap  kegiatan  ekonomi  sosial masyarakat,  dan  berdampak  pada  ketidakmampuan  masyarakat  yang  kesulitan  dalam mencari nafkah.
“Insan  Pengayoman  melalui  program  pemberian  bantuan  sosial  “Kumham  Peduli,  Kumham Berbagi”,  mencoba  turut  berempati  kepada  masyarakat  dan  ASN  Kemenkumham  yang terdampak  pandemi  Covid-19,”  ujar  Yasonna  saat  memberikan  bantuan  sosial  secara simbolis,  Kamis  (29/07/2021)  pagi.
Melalui  program  bantuan  sosial  yang  dikoordinasikan  oleh  Sekretaris  Jenderal,  tercatat Kemenkumham  memberikan  total  bantuan  sosial  sebanyak  46.614  paket  dan  dana  sosial sebesar  700  juta  rupiah.
Paket  tersebut  diberikan  kepada  masyarakat  di  seluruh  Indonesia,  yang  terdiri  atas  43.558 kepala keluarga  yang  terdampak  langsung  pandemi  Covid-19,  serta kepada  3.056  orang  ASN Kemenkumham  yang  terpapar  Covid-19.  Sedangkan  dana  sosial  diberikan  kepada  tujuh Kantor  Wilayah  Kemenkumham  yang  saat  ini  menerapkan  PPKM  Level  4,  yaitu  DKI  Jakarta, Banten,  Jawa Barat,  DI  Yogyakarta,  Jawa  Tengah,  Jawa  Timur,  dan  Bali.
Adapun  paket  bantuan  sosial  Kumham  Peduli  Kumham  Berbagi  per  orang  diberikan  dalam bentuk  beras,  minyak  goreng,  gula,  mie instan,  sarden,  dan susu.
“Kegiatan  kita  pada  hari  ini  adalah  bagian  dari  kepedulian  kepada  masyarakat  dan  saudara kita  sesama  pegawai  yang  terpapar  Covid-19.  Ini  merupakan  bentuk  kepedulian,  jiwa  sosial, rasa  welas  asih  serta  semangat  untuk  berbagi,”  kata  Yasonna  di  lapangan  upacara Kemenkumham.
Kegiatan  ini,  kata  Yasonna,  selaras  dengan  arahan  Presiden  Joko  Widodo  kepada  para menteri  untuk  melakukan  langkah-langkah  maksimal  dengan  memberikan  dukungan,  yang salah  satunya berupa  pemberian  bantuan  sosial  kepada masyarakat  dan  usaha mikro.
“Bantuan  sosial  tersebut  tidak  hanya  menyentuh  kepada  masyarakat  yang  berada  di  wilayah perkotaan,  namun  juga  kepada  saudara-saudara  kita  yang  berada  di  wilayah  perbatasan negara Republik  Indonesia dengan  negara  lain,”  ucap  Yasonna.
“Semoga  apa  yang  kita  lakukan  hari  ini  dapat  membantu  meringankan  beban  mereka  yang secara  langsung  terdampak  pandemi  Covid-19,”  kata  Laoly.
“Saya  ucapkan  terima  kasih  yang sebesar-besarnya  dan  apresiasi  yang  setinggi-tingginya  kepada  seluruh  Insan  Pengayoman yang  telah  peduli,  mampu berbagi  atas  dasar  keikhlasan  dan  kesadaran,”  tutupnya.
Sementara  itu  Sekretaris  Jenderal  Kemenkumham,  Andap  Budhi  Revianto  mengatakan  selain terkonsentrasi di Kemenkumham dan wilayah Jabodetabek untuk unit pusat, kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga dilaksanakan secara serentak di Kantor Wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, semua pihak termasuk masyarakat harus mau bekerja sama, bergotong royong untuk menghadapi ujian yang berat ini,” kata Andap. “Kerja keras pemerintah Insya Allah bisa berhasil, jika disertai dengan dukungan dan kesadaran dari masyarakat,” lanjutnya.
“Pesan kami kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, jangan cemas, selalu berpikir positif yang disertai optimisme, selalu patuhi protokol kesehatan, dan mengikuti vaksinasi,” tutupnya. (*)
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *