Dua Anggota Polri Aktif Kriminalisasi Awak Media Dituntut 18 Bulan

  • Whatsapp
banner 468x60

SURABAYA~SrD~ Dugaan kekerasan terhadap jurnalis Tempo, yang disangkakan terhadap Purwanto dan Muhammad Firman Subkhi oleh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Winarko, terpaksa melakukan tuntutan pidana penjara selama 18 bulan. Bacaan tuntutan JPU dibacakan di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (1/12/2021).

Bacaan tuntutan, bagi ke-dua oknum polisi aktif Polda Jatim, lantaran ke-dua terdakwa dinyatakan bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana pers.

” Menuntut, supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, agar menyatakan terdakwa Purwanto dan Muhammad Firman Subkhi bersalah melanggar sebagaiman diatur dan diancam pidana dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP “, ucapnya.

Masih menurut JPU, sesuai pasal 7A ayat (1) huruf a,b,c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban terdapat tuntutan restitusi dari korban.

Maka tuntutan restitusi dari korban Nurhadi sebesar 13 Juta dan M Fachmi sebesar  42 Juta ditanggung para terdakwa. Apabila tidak sanggup membayar maka diganti pidana kurungan pengganti masing-masing selama 6 bulan.

Adapun dasar pertimbangan dalam hal yang memberatkan, perbuatan para terdakwa merugikan korban dan para terdakwa tidak mengakui perbuatannya.
” Sedangkan, hal yang meringankan para terdakwa berlaku selama persidangan dan belum pernah dihukum “, ucapnya.

Atas tuntutan tersebut, para terdakwa yang didampingi Penasihat Hukumnya berencana mengajukan pembelaan (pledoi).

” Kami mengajukan pledoi Yang Mulia “, ungkapnya.

Untuk diketahui, Nurhadi mendapat tugas peliputan dari Redaktur Tempo, Linda Trianita, untuk melakukan wawancara secara doorstop dengan Angin Prayitno Aji (Eks Direktur Pemeriksaan Pajak Ditjen Kemenkeu RI).

Wawancara tersebut berkaitan dengan penetapan tersangka Angin Prayitno Aji atas kasus dugaan suap oleh KPK RI.

Penugasan tersebut karena Angin Prayitno Aji sulit dihubungi untuk dikonfirmasi oleh, karena Angin sedang berada di Surabaya, tepatnya di gedung Bumimoro Samudera untuk menikahkan anaknya, maka Nurhadi ditugaskan.

Namun, belum sempat wawancara doorstop dengan Angin, Nurhadi sudah diintimidasi oleh kedua terdakwa. Akibat intimidasi tersebut, korban mengalami luka pada bibir, nyeri pada perut, lengan dan jari kaki.

Sumber : Surabaya-basudewanews.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60