Sekda Muratara Diperiksa Kejari Lubuklinggau, Masih Terkait SPH Dana DAK

  • Whatsapp
banner 468x60

LUBUKLINGGAU~SrD~ Secara Maraton pemeriksaan dugaan kasus Penerbitan Surat Pengakuan Hutang (SPH) Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Pemkab Muratara – red) atas pengerjaan proyek DAK 2020 dengan nilai sekitar Rp14 miliar, semakin bergulir dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh pihak Kejari Lubuklinggau.

Dari pantauan dilapangan, Senin (6/12) giliran Sekretaris Daerah Muratara Alwi Roham, yang diperiksa oleh pihak Kejari Lubuklinggau menggunakan Mobil Inova dan hanya diantar oleh Sopir saja mendatangi Kejari Lubuklinggau.

Diketahui Sekda Muratara datang kurang lebih sejak pukul 09:00 WIB, yang diperiksa penyidik Kejari Lubuklinggau di ruang kasi Barang Bukti Kejari Lubuklinggaua meninggalkan ruangan Pukul 11:36 WIB.

Alwi Roham Sekda Muratara saat diminta tanggapan terkait pemanggilan penyidik Kejari Lubuklinggau ” menjelaskan kepada awak media bahwa ia tidak mengetahui secara detil atas penetapan SPH dana DAK tersebut.

Sementara itu, Kajari Lubuklinggau, Willy Ade Khaidir, melalui Kasi Intel Kejari Lubuklinggau didampingi Kasi Pidsus Yulizar Antonimembenarkan bahwa pemanggilan Sekda Muratara, untuk dimintai keterangannya terkait persoalan kasus SPH proyek DAK tahun 2020.

Untuk diketahui pihak Kejari Lubuklinggau terkait Dana DAK telah memanggil, Syarif Hidayat Mantan Bupati Muratara, Duman Kepala BPKAD, Erwin Syarif Mantan Kepala Bapeda, Melinda Syukri Kepala Dinkes dan Hasan Basri (plt) Kepala Inspektorat Muratara.(srd.02)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60